By September 30, 2014 0 Comments Read More →

PRACTICAL PROBLEM SOLVING

Kata kunci: problem solving, pemecahan masalah, decision making
Jakarta | 13 Oktober 2014 | IDR. 3.500.000,00
Jakarta | 27 Npovember 2014 | IDR. 3.500.000,00
Jakarta | 19 Desember 2014 | IDR. 3.500.000,00

 

 

Practical Problem Solving yang ditujukan bagi kalangan maintenance dan engineering adalah pengupasan praktis tentang penanganan suatu masalah / kerusakan yang terjadi pada mesin industri. Mesin dalam suatu industri bagaikan sumber penghasil uang (:baca profit) tetapi mesin juga dapat berfungsi sebaliknya yaitu sebagai pengambil uang(:baca rugi) jika tidak ada person yang handal sebagai pengelolanya. Dalam training ini akan dikupas secara praktis bagaimana menangani problem yang terjadi pada suatu mesin dengan menggunakan QC 7 Tools sebagai alat untuk mereduksi kerusakan mesin.

Peserta training akan diarahkan untuk dapat menguasai QC 7 Tools sebagai tools untuk problem solving, dapat melakukan observasi secara benar terhadap suatu kerusakan, melakukan analisa kerusakan mesin dengan metode 3-Gen dan 2-Gen, memastikan akar penyebab kerusakan mesin serta penanganannya. Di akhir training, peserta juga akan diarahkan untuk dapat membuat suatu konsep program maintenance untuk tetap menjaga agar performance mesin tetap di level tinggi serta membuat laporan tentang performance suatu mesin.

Sasaran Program Training Practical Problem Solving

  • Peserta training dapat menghitung efisiensi kerja mesin serta produktifitas unit mesin / line.
  • Peserta training dapat menggunakan fungsi QC 7 Tools dalam “Problem Solving” mesin.
  • Peserta training dapat melakukan observasi kerusakan mesin sehingga didapat akar permasalahan dari kerusakan yang terjadi.
  • Peserta training dapat menguasai step-step “Problem Solving” dengan metode 4M (Man, Material, Method, Machine) terhadap kerusakan suatu mesin secara terstruktur, tepat dan benar serta menjamin kerusakan yang sama tidak akan terulang lagi.
  • Peserta training dapat menganalisa kerusakan mesin yang terjadi di sebabkan karena “Natural Deterioration” atau “Forced Deterioration”
  • Peserta training dapat menggunakan metode 3-Gen dan 2-Gen untuk mengatasi kerusakan mesin
  • Peserta training dapat membuat “Pareto Chart”  sebagai sarana untuk mereduksi kerusakan mesin secara menyeluruh
  • Peserta training dapat mempelajari kondisi ideal suatu mesin
  • Peserta training dapat membuat histogram sebagai sarana untuk mempertahankan “Quality of Product” di level yang tinggi
  • Peserta training dapat membuat suatu program maintenance yang handal untuk mempertahankan efisiensi mesin yang tinggi
  • Peserta training dapat membuat suatu grafik “Control Chart” untuk mengkontrol kondisi performance mesin agar tetap tinggi
  • Peserta training dapat membuat suatu bentuk laporan dalam bentuk grafik tentang performance dan efisiensi mesin

 

Metode Pelatihan :

Dialog Interaktif / Sharing, Diskusi Grup, Latihan di kelas & Case Study

Sasaran Peserta Pelatihan

Teknisi Maintenance / Engineering, Supervisor Maintenance / Engineering, Foreman Maintenance / Engineering, dan lain-lain.

Lama Pelatihan

1 hari (7 jam)

Tanggal

  • 19 September 2014
  • 13 Oktober 2014
  • 27 Npovember 2014
  • 19 Desember 2014

 

Investasi :

IDR. 3.500.000,- (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Facilitator :

Bapak Indro & Team

PRACTICAL PROBLEM SOLVING

About the Author:

Post a Comment